Warisan : Naskah Kuno
Perjalanan Menjemput Naskah Kuno
Naskah Kuno adalah benda budaya yang merekam informasi
dan pengetahuan masyarakat lampau yang di turunkan secara turun temurun
semenjak dulu sampai saat ini. Warisan budaya berupa naskah tersebut
bermacam-macam bentuknya dan tersebar di seluruh Indonesia, di tulis dengan
berbagai bahasa dan aksara. sebagai generasi mudah sudah sewajarnya untuk kita
mempelajari dan melestarikan hasil budaya yang merupakan warisan dari
orang-orang terdahulu.
Saya dengan teman kelompok saya berencana untuk
mempelajari naskah kuno yang berada di daerah kami yaitu Lombok (Sasak), awal
mula pencarian naskah di mulai dari Desa Sade Rembitan, Lombok Tengah. Di desa
Sade terdapat satu naskah namun naskah tersebut di pegang oleh ketua adat dan
tidak boleh sembarangan orang dapat melihat naskah kuno tersebut akihrnya kami di bantu oleh seorang tour guide untuk menjelajahi desa Sade, kami di
ceritakan sejarah dan adat-adat yang berlaku di sana. Setelah beberapa lama
berkeliling dan ternyata kami tidak bisa melihat atau menemukan naskah kuno di
sana, kami pun berencana untuk mengganti tempat pencarian yaitu di Masjid
Rembitan, namun karena merasa capek dan haus kami pun berhenti sebentar di
berugak pinggir jalan sambil menikmati alunan gendang belek (musik tradisional
sasak) yang sedang di mainkan oleh warga di sana untuk menyambut tamu. Setelah
beberapa lama menikmati suasana gendang belek salah satu teman kami ternyata
pergi mencari informasi mengenai letak naskah kuno pada ibu yang sedang duduk di
sana, dan mereka mendaptakan informasi dari ibu itu bahwa ibu itu memilki teman
yang mempunyai naskah kuno, ibu itu pun memberikan kami nomor temannya yang
bernama Lalu Gede Arse Arif Rahman. Setelah nomor di terima kami pun langsung
menghubungi orang yang akan di tuju , bebrapa lama setelah berdiskusi dengan
bapak yang akan di tuju kami pun di perbolehkan untuk ke rumahnya melihat
naskah kuno.
Setelah beberapa jam perjalanan sampailah kami di
rumahnya pak Arif yaitu di Dusun Manggu Daye, Desa Ganti, Kec. Praya Timur,
Kabupaten Lombok Tengah, di sana kami di sambut akrab oleh pak Arif dan
keluarganya. Tanpa lama berbassa-basi kami pun di perlihatkan naskah yang di
milki pak Arif yaitu naskah hikayat nur (Muhammad Nur) yang berisikan kisah
Nabi Muhammad.
Tak banyak yang di ceritakan oleh pak Arif tentang kisah Nabi Muhhamd karena beliau
sendiri tidak begitu paham dengan isi naskah karena menggunakan huruf aksara
dan kata kiasan akhirnya pak Arif memanggil salah satu warga di sana yang bisa
membaca hikayat tersebut namanya papuq Mudahan (Kakek Mudahan), kakek Mudahan
jugak membawa satu naskah yaitu naskah Puspakerma.
Seblum naskah Puspakerma di buka terlebih dahulu di
siapkan air yang di campur dengan bunga
dan beras yang di taruhkan benang, jarum dan uang logam yang ada lubangnya. Air
ini berfungsi untuk membasuh naskah yang terkena debu dan beras beserta benang,
jarum dan uang logam berfungsi sebagai syarat untuk membuka Puspakerma.
Setelah air dan beras di sedikan, mulailah kakek Mudahan
membaca hikayat Puspakerma. Hikayat Puspekarma bisa di gunakan sebagai obat
untuk orang-orang yang tidak bisa hamil, tapi obat ini berlaku untuk pasangan
yang menikah sebelum 10 tahun. Pada mulanya naskah ini menceritakan seorang
raja yang tidak bisa memilki anak dan berusaha untuk mencari obat agar memilki
anak, raja mengajak anak buahnya untuk pergi berburu ke hutan dan menemukan
seekor kijang yang ingin melahirkan dan raja menembak kijang tersebut. Naskah
ini juga menjeritakan bagaimana asal mula kelahiran sampai pemberian nama pada
seorang anak.





Bagus sekali. Kembangkan
BalasHapusInspiratif sekali, sampai sedetai itu. π
BalasHapusMasyaAllah ukhty, artikel nya sangat bermanfaat π
BalasHapusMasyaAllah bermanfaat sekali..❤
BalasHapusAKSARA YG tidak semua orng mampu membacanya namun menyimpan ribuan ilmu ttng sejarah
BalasHapusAKSARA YG tidak semua orng mampu membacanya namun menyimpan ribuan ilmu ttng sejarah
BalasHapusGood
BalasHapusTerbaik
BalasHapusterimakasih infonya
BalasHapusTerima kasih saya ucapkan kepada Adinda, semoga bermanfaat bagi orang lain.
BalasHapusJadi naskah tsb menarik, tetapi ada beberapa kata yg kurang pas π
Ceritanya menarik, tetapi ada beberapa kata yang kurang pas π
BalasHapusTeruslah mencari, jangan sampai berpuas diri. Lestarikan budaya
BalasHapusSemangattt
BalasHapusTerimakasih atas informasi yang telah diberikan.
BalasHapusBagus!
BalasHapusMengisnpirasibsekali
BalasHapusLestarikan budaya
BalasHapusKerenn, tetap jaga budaya kita
BalasHapusMantap π
BalasHapusMantapππ
BalasHapusTerus berkarya untuk melestarikan budaya
BalasHapuskami berharap semoga tulisan ini menjadi sangat bermanfaat bagi pelajar muda sebagai revrensi sejarah lokal dan dapat termotivasi untuk merevisi tulisan ini agar lebih terpercaya dan terjaga kebenarannya sehingga dapat diterima dikalangan masyarakat
BalasHapusHabis ny ada nyeput terbitlah jodoh.
BalasHapusLugas daan informatid
BalasHapus