Apa Yang Kamu Ambil Sebagai Gambaran Dari Karaktermu
Apa Yang Kamu Ambil Sebagai Gambaran Dari Karaktermu
Beberapa minggu setelah melakukan perjalan mencari naskah
kuno kemarin, kami kembali melakukan penjajakan untuk yang kedua kalinya, namun
perjalanan kali ini bertujuan untuk melakukan proses Nyeput (Mengambil salah
satu lontar dari Naskah Kuno lalu di bacakan), Lontar adalah daun yang
digunakan orang untuk menulis cerita naskah kuno.Karena menurut informasi yang
kami dapatkan, bahwa setelah mengetahui isi dari naskah kuno yang kemarin
dibacakan kini saatnya untuk kita mengetahui lebih spesifik terkait dengan
bagaimana perjalanan hidup kita melalui salah satu lontar yang ada pada naskah
yang kemarin di bacakan melalui proses nyeput ini.
Lontar
Narasumber yang kami temui sama dengan narasumber yang
lalu yaitu Bapak Lalu Gede Arse Arif
Rahman, kakek Mudhan dan bapak Lalu Fathurrahman. Sebelum kami datang kesana
terlebih dahulu kami pun membuat janji dengan bapak Arif, dan sama halnya
dengan perjalanan sebelumnya ketika kami datang kesana kami di sambut dengan
hangat dan penuh rasa kekeluargaan, ketika kami baru masuk kami bertemu dengan bapak
Fatuhrrahman di berugaq tempat beliau berdiskusi dengan anak perempuannya tak
lama kemudian bapak Arif pun mengahmpiri kami, setelah beberapa lama berbincang
dengan pak Fathurrahaman dan pak Arif kami pun mengutarakan maksud kedatangan
kami yang kedua ini yaitu untuk melakukan proses Nyeput namun bapak Arif
sendiri kurang paham dengan proses ini, beliau lalu memanggil kakek Mudhan
selaku pembaca naskah.
Karena kami datang pada hari Jum’at, teman-teman kami
yang laki-laki harus melakukan sholat Jum’at terlebih dahulu namun walaupun
tanpa teman-teman kami yang lain proses nyeput tetap di lakukan. Sebelum
melakukan proses nyeput terlebih dahulu kami di suruh menulis nama semua
kelompok kami, naskah yang di gunakan kakek Mudhan untuk proses nyeput ini
adalah Naskah Puspakerma.
Setelah beberapa teman saya di bacakan lontar yang
diambil kini tinggalah giliran saya untuk melakukan hal yang sama, namun
sebelum mengambil salah satu lontar dari naskah Puspakerma terlebih dahulu
papuk Mudhan menyuruh untuk membaca Basmalah. Setelah saya mengambil salah satu
lontar ternyata saya mendapatkan lontar tentang Asmarandana dan mulailah kakek
Mudhan membaca naskah tersebut dengan menggunakan bahasa kawi dan di
terjemahkan dalam bahasa sasak, karena saya juga orang sasak jadi saat kakek
Mudhan menerjemahkannya saya mengerti apa yang di sampaikan kakek Mudhan, isi
yang terdapat pada naskah ini adalah menceritakan bagimana karater saya, ada
dua point yang saya tangkap dari tuturan kakek Muhda, yaitu :
1.
Orang
yang bernama Izzatul Ahyani menurut naskah ini adalah orang yang selalu
bahagia, mudah akur dengan teman-temannya dan tidak mudah mengambil hati
perkataan orang lain, artinya apa pun yang di katakan orang lain terhadapnya ia
tak mau mengambil pusing.
2.
Namun
ketika ia membuat janji ia tak langusng menepati janji tersebut atau sering
menunda janji, misalnya dia berjanji ke rumah Ana namun sebelum sampai ke rumah
Ana ia mampir dulu ke rumah Dini.
Untuk karakter saya yang seperti ini kakek Mudhan
mengatakan “tepatilah janji mu”. Dari tuturan kakek Mudhan ini 60 % benar
terkait karakter saya yang seperti itu, kini saya tersadar terhadap apa yang
telah saya laukakan dan dari nasehat yang kakek Muhdan berikan menjadi
pelajaran untuk saya mengintropeksi diri.
Pendekatan yang saya lakukan untuk proses nyeput ini
adalah pendekatan Pragmatik yaitu pendekatan yang memandang karya sastra
sebagai sarana untuk menyampaikan tujuan tertentu kepada pembaca.
Tak ada gading yang tak retak, begitupun dengan manusia tak ada manusia
yang sempurna. Untuk teman-teman yang merasa pernah membuat janji dengan saya
dan belum saya tepati, saya minta maaf kepada teman-teman semua.


Mantab
BalasHapusbaguss
BalasHapusAsmarandana ini memang salah satu nama naskah sasak yang menceritakan tentang percintaan, menurut buku bahasa kawi karangan H.Lalu Fathurrahman dan Bapak Muh. Syahrul Qodri.
BalasHapusMemang untuk janji itu sendiri seperti yang saudara dapatkan termasuk dalam cinta.
Tak hanya itu, dikatakan juga dalam sebuah hadits bahwa janji itu adalah hutang, jadi tepatilah.
Semoga dengan adanya prosesi nyeput ini, kita menambah keimanan kita kepada allah karena kita telah di berikan petunjuk hidup untuk memperbaiki diri lewat al-qur'an, yang kemudian dari sumber al-Qur'an itu nenek moyang kita melingkupkan isi yang terkandung dalam al-Qur'an dalam sebuah naskah kuno sasak.
Syukron jazzakillah untuk masukannya saudara, insya allah pesan saudara akan menjadi pelajaran yg berharga untuk saya
Hapussemoga apa yg dipahami menjadi bahan intropesi diri kita.
BalasHapussemoga bermanfaat.
Luar biasa
BalasHapus